• Saya harus jujur dari awal. Saya bukan orang hukum dan saya juga tidak terlalu mengerti soal undang-undang.

    Kalau ditanya apa itu KUHP, mungkin jawaban saya dulu cuma Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Setelah itu saya bingung lagi. Pasalnya berapa, isinya apa, mengatur tentang apa, saya tidak tahu.

    Selama ini saya merasa urusan hukum adalah sesuatu yang jauh dari kehidupan saya. Saya pikir yang perlu membaca undang-undang ya mahasiswa hukum, pengacara, polisi, hakim, atau orang yang memang bekerja di bidang tersebut.

    Saya hanya masyarakat biasa.

    Kadang bekerja, kadang bepergian, mengurus keperluan keluarga, bertemu teman, dan sesekali pergi ke luar negeri kalau ada kesempatan. Urusan saya sehari-hari ya begitu saja.

    Tapi pandangan saya sedikit berubah setelah mengetahui adanya kuhp2023.com.

    Saya menemukan situs tersebut ketika sedang mencari informasi tentang KUHP Tahun 2023. Awalnya saya bahkan tidak terlalu yakin akan mengerti isinya. Bayangan saya, membuka website hukum berarti siap membaca bahasa yang rumit dan kalimat panjang yang bikin kepala cepat penuh.

    Ternyata saya tidak harus memahami semuanya sekaligus.

    kuhp2023.com merupakan portal dokumentasi dan referensi Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana atau KUHP Tahun 2023. Materinya disusun berdasarkan pasal sehingga orang yang ingin mencari ketentuan tertentu bisa langsung menelusurinya.

    Buat orang yang benar-benar awam seperti saya, hal seperti ini lumayan membantu.

    Saya memang tidak berniat membaca KUHP dari Pasal 1 sampai pasal terakhir. Jujur saja, belum tentu kuat. Saya hanya ingin ketika suatu hari mendengar orang membicarakan sebuah pasal, saya punya tempat untuk melihat sendiri apa sebenarnya isi pasal tersebut.

    Selama ini saya sering mendapatkan informasi hukum dari media sosial.

    Ada yang mengatakan begini. Ada yang bilang begitu. Kadang sebuah potongan video dibagikan berkali-kali sampai kelihatan seperti benar karena sudah ditonton banyak orang.

    Padahal jumlah yang membagikan informasi tidak otomatis membuat informasinya benar.

    Ini yang kemudian membuat saya berpikir bahwa sesekali melihat sumber hukum secara langsung mungkin jauh lebih baik daripada hanya percaya pada komentar orang di internet.

    Misalnya saya mendengar seseorang berkata, “Itu bisa kena pidana.”

    Saya biasanya cuma mengangguk karena tidak tahu harus bertanya apa.

    Sekarang setidaknya saya bisa mencari tahu dulu. Pasalnya apa? Ketentuannya bagaimana? Apa memang ada aturan yang mengatur hal tersebut?

    Bukan berarti setelah membaca satu pasal saya langsung menjadi ahli hukum. Jauh sekali.

    Saya hanya merasa lebih punya pegangan.

    Hal sederhana seperti ini ternyata penting. Sebab sebagai orang awam, kita sering merasa hukum itu menakutkan karena bahasanya tidak familiar. Begitu melihat istilah seperti tindak pidana, pidana pokok, pidana tambahan, pertanggungjawaban pidana, atau istilah hukum lainnya, saya kadang langsung malas membaca.

    Padahal mungkin masalahnya bukan hukum terlalu sulit. Bisa jadi saya saja yang selama ini tidak pernah mencoba mengenalnya.

    Keberadaan portal seperti kuhp2023.com membuat saya bisa mulai dari hal yang paling sederhana, yaitu melihat isi pasal yang sedang ingin saya ketahui.

    Saya juga melihat manfaatnya ketika sedang membaca berita.

    Berita tentang kasus hukum hampir setiap hari muncul. Ada kasus pencurian, penipuan, penganiayaan, penghinaan, dan berbagai persoalan lain. Dalam berita biasanya disebutkan pasal yang dikenakan kepada seseorang.

    Dulu kalau membaca nomor pasal, saya lewati saja.

    Sekarang saya bisa penasaran dan mencari pasalnya.

    “Pasal ini sebenarnya tentang apa?”

    Pertanyaan sederhana itu ternyata membuat saya sedikit lebih tertarik memahami hukum.

    Bagi saya, inilah fungsi yang paling masuk akal dari sebuah portal referensi hukum untuk masyarakat biasa. Kita tidak perlu datang dengan pengetahuan hukum yang tinggi. Kita cukup datang karena ingin mencari tahu.

    Saya juga tidak ingin menjadikan situs seperti kuhp2023.com sebagai pengganti pengacara atau orang yang memang ahli hukum. Kalau seseorang menghadapi persoalan hukum yang serius, tentu tidak cukup hanya membaca satu pasal di internet.

    Ada banyak hal yang harus diperhatikan, termasuk fakta perkara, aturan terkait, proses hukum, bukti, dan bagaimana ketentuan tersebut diterapkan.

    Jadi saya melihat kuhp2023.com sebagai tempat untuk mendapatkan informasi awal, bukan tempat untuk merasa sudah paling paham hukum.

    Bagi saya, perbedaannya penting.

    Sama seperti ketika mencari informasi kesehatan di internet. Membaca informasi tentang suatu penyakit bukan berarti kita sudah bisa mendiagnosis diri sendiri. Kalau masalahnya serius, tetap harus bertanya kepada tenaga kesehatan.

    Hukum juga begitu.

    Portal referensi bisa membantu kita memahami dasar informasinya. Untuk persoalan yang membutuhkan penilaian hukum secara khusus, tetap diperlukan bantuan profesional.

    Hal lain yang saya sukai adalah aksesnya bisa dilakukan melalui internet.

    Sekarang hampir semua orang membawa ponsel. Ketika ingin mencari alamat, kita buka peta. Ketika ingin mencari resep, kita buka internet. Ketika ingin tahu harga sesuatu, kita juga mencari lewat internet.

    Jadi ketika ingin mencari isi sebuah pasal, menurut saya wajar kalau kita melakukan hal yang sama.

    Tidak perlu punya lemari berisi buku hukum.

    Tidak harus kuliah di fakultas hukum.

    Tidak harus menghafal nomor pasal.

    Cukup tahu tempat mencari informasinya.

    Dan bagi saya, kuhp2023.com menjadi salah satu tempat yang bisa digunakan untuk itu.

    Saya malah merasa agak lucu kalau mengingat kebiasaan saya selama ini. Untuk membeli sesuatu saja saya bisa membaca ulasan sampai puluhan komentar. Untuk memilih hotel saya bisa membandingkan harga dan fasilitas cukup lama.

    Tapi untuk mengetahui aturan hukum yang berlaku, saya jarang sekali mencari tahu.

    Padahal hukum bisa berhubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari.

    Kita hidup berdampingan dengan orang lain. Kita bekerja, berkomunikasi, menggunakan media sosial, melakukan transaksi, bepergian, dan melakukan banyak kegiatan lainnya. Dalam situasi tertentu, pengetahuan dasar tentang aturan tentu bisa membantu kita lebih berhati-hati dalam bertindak.

    Bukan berarti harus takut kepada hukum setiap hari.

    Menurut saya justru sebaliknya. Semakin kita mengenal aturan, semakin kita tahu batas-batas yang perlu diperhatikan.

    Saya juga baru tahu bahwa Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP merupakan bagian dari pembaruan hukum pidana Indonesia. Undang-undang tersebut mulai berlaku pada 2 Januari 2026, sehingga bagi masyarakat sekarang, mengetahui keberadaan KUHP Tahun 2023 bukan lagi sesuatu yang hanya relevan bagi kalangan hukum.

    Tetapi tetap saja, saya tidak akan berpura-pura menjadi ahli.

    Saya masih orang awam.

    Kalau ditanya nomor pasal tertentu, mungkin saya masih harus membuka ponsel. Kalau ditanya bagaimana menerapkan suatu ketentuan dalam perkara tertentu, saya jelas tidak berani menjawab.

    Namun sekarang saya tahu satu hal yang sebelumnya tidak saya tahu: saya bisa membaca sendiri isi KUHP Tahun 2023 ketika ingin mencari informasi.

    Menurut saya itu sudah cukup sebagai permulaan.

    Masyarakat tidak harus langsung memahami seluruh hukum Indonesia. Bisa dimulai dari rasa ingin tahu kecil.

    Ketika melihat berita, kita mencari pasalnya. Ketika mendengar istilah hukum, kita mencari artinya. Ketika menemukan informasi yang meragukan di media sosial, kita mencoba membandingkannya dengan sumber hukum yang tersedia.

    Pelan-pelan.

    Sebab saya percaya, memahami hukum tidak harus dimulai dengan menjadi ahli hukum.

    Bisa dimulai dari orang biasa yang bertanya, “Sebenarnya aturan tentang ini apa, ya?”

    Dan ketika pertanyaan itu muncul, kuhp2023.com bisa menjadi salah satu tempat untuk mencari jawabannya.